Saya hari ini belajar memasarkan produk. Produknya jelas, walau wujudnya abstrak adalah jual beli uang. Tidak langsung di tangan, namun bila saatnya tiba akan ada di tangan.
"harus langsung menjelaskan institusinya dari mana," ujar teman saya. Jangan kebanyakan basa-basi hingga bertele-tele. Cepat atau lambat orang akan butuh uang itu. Ya, sakit, kecelakaan, cacat, hari tua dan meninggal adalah hal-hal yang mungkin terjadi dunia ini. Dan menimpa siapa saja.
Orang kalau sehat-sehat saja, merasa tidak perlu uang banyak. Tapi kalau sudah divonis dokter mengalami jantung yang harus dioperasi atau diperlakukan istimewa di rumah sakit - baru deh perlu banyak uang. Tidak tanggung-tanggung. Bisa puluhan juta/ Siapkah kita semua bila hal tak diduga-duga itu datang?
Kenapa tak diduga?
Emang ada yang bisa nawar ketika tsunami datang tiba-tiba kita yang awalnya sehat-sehat karena bencana mungkin mengalami gangguan fisik (cacat) yang tidak diduga dan tidak bisa bekerja sempurna. Terus, kalau ngga punya modal- ngga bisa kerja dan perlu dana untuk meneruskan hidup dan kehidupan darimana coba?
Tabungan? Cukup?
Akhir kata, menabunglah dengan bijak dan cerdas. Ambil paket yang memberi kemudahan kita semasa hidup.
Masa tua yang serba terbatas mau dibayarin? ya nabung
Waktu sakit mau dibayarin? ya nabung
waktu tiba-tiba kena musibah - maaf2 kecelakaan dibayarin pengobatannya dan pemulihannya ya nabung
waktu meninggal ada warisan ? ya nabung..
Ngga terjadi apa apa dan kita sehat sehat aja sampai hari tua - tapi kan akan menemui ajal kita. Sudah siapkah kita untuk anak cucu kita?
Rabu, 07 November 2012
Selasa, 06 November 2012
Memenangkan hati
Salah satu hal penting dalam ilmu negosiasi adalah memenangkan hati. Saya yang bekerja di pengelolaan sumberdaya alam dan banyak berinteraksi dengan manusia harus bisa menjaga perasaan orang sekitar.
Iya, daya sensitivitas kita, kepekaan kita harus makin terasah dan terus diasah. Jangan sampai kita bicara tentang proyek yang gagal dengan alasan banyak pekerja pensiunan yang dilibatkan di proyek tersebut, sementara kita bicara dengan seorang pensiunan.
Kata pensiunan tersebut "Ni anak kurang ajar dan underestimate banget dengan pensiunan. Gue juga pensiunan tapi masih produktif..." ujarnya dalam hati..
Saya sendiri masih mencoba mencari jati diri dan menemukan arti "memenangkan hati orang". Apakah ini kaitannya dengan service kita, sehingga orang tersebut merasa puas dan lagi dan lagi meminta jasa bantuan kita...apakah menyangkut kepercayaan sehingga orang yang meminta tolong pada kita merasa nyaman dan trust dengan kita atau bagaimana ya...
Banyak orang melakukan bisnis, tapi tidak dengan hati. Ini mungkin ya yang dimaksud dengan "memenangkan" hati. Seperti misalnya kemarin ketemu orang yang mau jualan investasi gold berjangka - disaat kita semua pada hectic dan masih tertuju pada isu yang sedang dibangun tiba tiba orang itu menyodorkan company profile dan asal usul berjualan emas.. ada beberapa informasi yang menarik sih tapi momentnya kurang tepat...di tengah orang-orang yang sibuk membicarakan isu yang lebih prioritas ketimbang membeli emas.
Ya itu salah satu arti bagaimana kita melihat dan membaca situasi agar hati kita terjaga dan hati orang lain juga merasa nyaman dengan memenangkan hati mereka.
Iya, daya sensitivitas kita, kepekaan kita harus makin terasah dan terus diasah. Jangan sampai kita bicara tentang proyek yang gagal dengan alasan banyak pekerja pensiunan yang dilibatkan di proyek tersebut, sementara kita bicara dengan seorang pensiunan.
Kata pensiunan tersebut "Ni anak kurang ajar dan underestimate banget dengan pensiunan. Gue juga pensiunan tapi masih produktif..." ujarnya dalam hati..
Saya sendiri masih mencoba mencari jati diri dan menemukan arti "memenangkan hati orang". Apakah ini kaitannya dengan service kita, sehingga orang tersebut merasa puas dan lagi dan lagi meminta jasa bantuan kita...apakah menyangkut kepercayaan sehingga orang yang meminta tolong pada kita merasa nyaman dan trust dengan kita atau bagaimana ya...
Banyak orang melakukan bisnis, tapi tidak dengan hati. Ini mungkin ya yang dimaksud dengan "memenangkan" hati. Seperti misalnya kemarin ketemu orang yang mau jualan investasi gold berjangka - disaat kita semua pada hectic dan masih tertuju pada isu yang sedang dibangun tiba tiba orang itu menyodorkan company profile dan asal usul berjualan emas.. ada beberapa informasi yang menarik sih tapi momentnya kurang tepat...di tengah orang-orang yang sibuk membicarakan isu yang lebih prioritas ketimbang membeli emas.
Ya itu salah satu arti bagaimana kita melihat dan membaca situasi agar hati kita terjaga dan hati orang lain juga merasa nyaman dengan memenangkan hati mereka.
Menjaga Komitmen
Jika usaha Anda belum membuahkan hasil, bisnis Anda belum menghasilkan keuntungan yang Anda harapkan, atau hubungan dengan pasangan yang tengah goyah, ingatlah kembali pada komitmen awal pada saat Anda menetapkan tujuan.
Berpegang teguhlah pada komitmen tersebut. Sebuah tujuan yang gagal, proyek yang tidak selesai, hubungan yang putus, diakibatkan patahnya sebuah komitmen. Sesederhana itu, sedalam itu, dan sepenting itulah sebuah komitmen.
Sukses adalah hasil menciptakan dan menjaga komitmen Anda dan orang lain.
Sebuah tujuan tidaklah relevan, mimpi tak ada gunanya dan harapan tidaklah lebih dari sebuah gelembung mimpi, sampai Anda berkomitmen penuh untuk mewujudkannya.
Komitmenlah yang menginspirasi Anda mengeluarkan kemampuan terbaik Anda.
Komitmen memperlihatkan kepada dunia keseriusan Anda dalam bertindak.
Komitmen memperlihatkan kepada dunia keseriusan Anda dalam bertindak.
Komitmen juga melindungi serta menguatkan kredibilitas dan reputasi Anda. Komitmen memberikan Anda
energi, momentum yang tak pernah berhenti, dan rasa bangga yang tak ternilai.
energi, momentum yang tak pernah berhenti, dan rasa bangga yang tak ternilai.
Komitmen juga memberikan kekuatan. Tidak peduli apa pun yang kita hadapi, sakit, kemiskinan, atau
bencana, kita tidak akan teralih dari tujuan kita.
bencana, kita tidak akan teralih dari tujuan kita.
Jagalah JANJI KITA terhadap diri sendiri untuk MEMEGANG TEGUH PRINSIP
bumped in
Tadi sore saya papasan dengan kawan lama yang sangat saya hormati.
Tapi, kok pura-pura ngga liat ya? atau memang pandangannya kacamata kuda?
Ya sudah mungkin saya pernah melakukan suatu kekeliruan sehingga dia tidak bersedia kenal lagi.
Ada rasa wondering, sedih, kenapa ya menjadi enggan mengenal.
Saya sendiri merasa tidak pernah melakukan sesuatu kekeliruan bahkan ingin rasanya bertegur sapa dan berdiskusi dengannya..
tapi buat apa juga dipikirin.Sepanjang tidak saling mengganggu... Doa ku hanyalah membukakan mata hati orang itu, untuk bertafakur, dan menyadari betapa tidak bertegur sapa dengn seseorang dan membiarkannya tanpa orang itu mengetahui apa kekeliruannya hanya akan menambah daftar rasa sakit hati orang lain...
In other hand, I also have to be friendly and getting in touch with other people. Be acquinted, saying hello and warmth with the ones you already know.. Ya... this is my reflection...
I m socialized people, love to get in touch with people, so If I meet someone who I know, I will wave my hands or performing my gesture that I know them or at least saying hello to them.
Tapi, kok pura-pura ngga liat ya? atau memang pandangannya kacamata kuda?
Ya sudah mungkin saya pernah melakukan suatu kekeliruan sehingga dia tidak bersedia kenal lagi.
Ada rasa wondering, sedih, kenapa ya menjadi enggan mengenal.
Saya sendiri merasa tidak pernah melakukan sesuatu kekeliruan bahkan ingin rasanya bertegur sapa dan berdiskusi dengannya..
tapi buat apa juga dipikirin.Sepanjang tidak saling mengganggu... Doa ku hanyalah membukakan mata hati orang itu, untuk bertafakur, dan menyadari betapa tidak bertegur sapa dengn seseorang dan membiarkannya tanpa orang itu mengetahui apa kekeliruannya hanya akan menambah daftar rasa sakit hati orang lain...
In other hand, I also have to be friendly and getting in touch with other people. Be acquinted, saying hello and warmth with the ones you already know.. Ya... this is my reflection...
I m socialized people, love to get in touch with people, so If I meet someone who I know, I will wave my hands or performing my gesture that I know them or at least saying hello to them.
Take your steps
There's a succes that you need to go through a step by step pathway.
if you want to proceed with a fast elevator, still you have to go through a number of levels to get up and up till on top of the roof.
Senin, 05 November 2012
Bukan service itu namanya
Hari ini saya ada meeting di daerah kota. Biasa, naik kendaraan umum sudah menjadi kendaraan sehari-hari ketimbang bawa mobil lalu susah parkir atau kalang kabut bayar parkir.
Bus way..
Ini kendaraan umum tapi lamanya minta ampun. Bejubel dan bikin pegel. Udah gitu kalo ngerem kita semua terhempas ke bagian lain dari bis ini.
Ngantri kalau dari Harmoni ke arah Kalideres najiz abis di jam jam kantor. Kapok kalau ber busway dari harmony ke arah barat.
Hari gini kita dihimbau hemat bahan bakar tapi kendaraan umum tidak nyaman dan tepat waktu bahkan molor berjam jam mau menjadi jaminan gimana coba.
Mending NAKSI...atau ngojek...kalau sama tukang becak ntar kejar kejaran ama burung WEW
Bus way..
Ini kendaraan umum tapi lamanya minta ampun. Bejubel dan bikin pegel. Udah gitu kalo ngerem kita semua terhempas ke bagian lain dari bis ini.
Ngantri kalau dari Harmoni ke arah Kalideres najiz abis di jam jam kantor. Kapok kalau ber busway dari harmony ke arah barat.
Hari gini kita dihimbau hemat bahan bakar tapi kendaraan umum tidak nyaman dan tepat waktu bahkan molor berjam jam mau menjadi jaminan gimana coba.
Mending NAKSI...atau ngojek...kalau sama tukang becak ntar kejar kejaran ama burung WEW
Berjuang
Ketika saya ajak seorang kawan utk berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang dilakukan, "ah nanti begini... nanti begitu.. susah..."
lagi-lagi belum apa-apa bilang susah. Padahal, dia belum secara jelas menyampaikan kesulitannya itu dan sudah prejudice , menilai duluan dan NEGATIF!
Kalau perjalanan hidup kita dipenuhi dengan negativity, apakah yang hidup makin hidup?
Males kalee.... jadi seperti "declining your spirits"..
Jadi, salah satu yang akan membuat hidup kita makin hidup adalah spirit, semangat kita dalam melakukan sesuatu.
Saya tidak peduli dengan apa kata orang yang penuh dengan "cercaan" atau "hinaan" atas apa yang dikerjakan saat ini. yang penting, cepat bangkit-- cepat berdiri kembali ketika diri kita "terperosok" ke comberan, dan melakukan aktivitas seperti semula..
Hidup di dunia memang perlu perjuangan. Besar atau kecil. Perlu pengorbanan, perlu mencurahkan apa yang kita lakukan untuk menghasilkan yang terbaik.
Kalau tidak mau berjuang, ya tinggal saja di rumah.
Doa ku hari ini, Ya Allah - berilah saya kecerdasan untuk menghadapi hari-hari dengan penuh sukacita dan kreatif...
lagi-lagi belum apa-apa bilang susah. Padahal, dia belum secara jelas menyampaikan kesulitannya itu dan sudah prejudice , menilai duluan dan NEGATIF!
Kalau perjalanan hidup kita dipenuhi dengan negativity, apakah yang hidup makin hidup?
Males kalee.... jadi seperti "declining your spirits"..
Jadi, salah satu yang akan membuat hidup kita makin hidup adalah spirit, semangat kita dalam melakukan sesuatu.
Saya tidak peduli dengan apa kata orang yang penuh dengan "cercaan" atau "hinaan" atas apa yang dikerjakan saat ini. yang penting, cepat bangkit-- cepat berdiri kembali ketika diri kita "terperosok" ke comberan, dan melakukan aktivitas seperti semula..
Hidup di dunia memang perlu perjuangan. Besar atau kecil. Perlu pengorbanan, perlu mencurahkan apa yang kita lakukan untuk menghasilkan yang terbaik.
Kalau tidak mau berjuang, ya tinggal saja di rumah.
Doa ku hari ini, Ya Allah - berilah saya kecerdasan untuk menghadapi hari-hari dengan penuh sukacita dan kreatif...
Langganan:
Postingan (Atom)

