Seperti kata seorang kawan, "saya sering mengalami down"... begitu pula ternyata ada masa-masanya saya mengalami hal itu.
"Down" bisa berarti merasa tidak berguna, berada pada titik nadir "ZERO" di bagian paling bawah dan berat rasanya utk melangkah. Kenapa?
Ya itulah kehidupan. Bahwa what you want does not always match with what you need. Bisa jadi apa yang kita perlukan rasanya lebih menyakitkan namun memang itulah fase kehidupan yang harus dilalui.
Jatuh bangun. Ada kalanya di atas ada kalanya di bawah.
Tapi saya bersyukur sudah mulai terbiasa menghadapi hal hal yang membuat down seperti ini.
Sudah biasa nangis sendirian- dan hanya yang di Atas yang Maha Mengetahui dan Maha Memahami. I do trust Him.
Senin, 05 November 2012
Bebaskan aku
Pada sebuah bait Doa saya ada kalimat yang menggelitik:
Ya Tuhan, bebaskan saya dari pikiran-pikiran dan prasangka-prasangka yang tidak perlu. Jadikan saya manusia yang berani bertindak dan melihat hasilnya kemudian...
Di kebanyakan kita, ternyata banyak yang kalah sebelum bertempur. Itu pun terjadi sama saya. Ketika saya akan melakukan kegiatan dan melakukan negosiasi dengan orang, adaaa aja pikiran-pikiran "wah jangan-jangan begini.. wah jangan-jangan begitu...wah nanti image saya bisa runtuh kalau saya bicara begini... wah dunia akan runtuh kalau saya ketahuan mengerjakan kegiatan ini..."
Yaaaannngggg... kesemuanya adalah prejudice. Prasangka yang terkadang muncul di luar batas kemampuan kita.
Siapa yang bisa menyangka bahwa si ANU nanti reaksinya begini kalau dibilangin begitu...
Siapa yang bisa menyangka bahwa si Nunut nanti reaksinya begitu kalau dibilangan begini...
jadi intinya, lakukan lah dengan senang hati dan tanpa beban. Apa sih susahnya menjadi ringan hati? paling buruk sejelek jeleknya kalian pada dibilang "orang gila"... tapi apakah dengan dikatain "orang gila" dunia jadi runtuh?
Yuk kita ringankan langkah kaki dan hati kita... yuk agak agak cuek bebek dan lakukan hal itu bila kamu yakin akan membawa kebaikan dan kemakmuran..
Niscaya cita-citamu akan terlaksana.
Ya Tuhan, bebaskan saya dari pikiran-pikiran dan prasangka-prasangka yang tidak perlu. Jadikan saya manusia yang berani bertindak dan melihat hasilnya kemudian...
Di kebanyakan kita, ternyata banyak yang kalah sebelum bertempur. Itu pun terjadi sama saya. Ketika saya akan melakukan kegiatan dan melakukan negosiasi dengan orang, adaaa aja pikiran-pikiran "wah jangan-jangan begini.. wah jangan-jangan begitu...wah nanti image saya bisa runtuh kalau saya bicara begini... wah dunia akan runtuh kalau saya ketahuan mengerjakan kegiatan ini..."
Yaaaannngggg... kesemuanya adalah prejudice. Prasangka yang terkadang muncul di luar batas kemampuan kita.
Siapa yang bisa menyangka bahwa si ANU nanti reaksinya begini kalau dibilangin begitu...
Siapa yang bisa menyangka bahwa si Nunut nanti reaksinya begitu kalau dibilangan begini...
jadi intinya, lakukan lah dengan senang hati dan tanpa beban. Apa sih susahnya menjadi ringan hati? paling buruk sejelek jeleknya kalian pada dibilang "orang gila"... tapi apakah dengan dikatain "orang gila" dunia jadi runtuh?
Yuk kita ringankan langkah kaki dan hati kita... yuk agak agak cuek bebek dan lakukan hal itu bila kamu yakin akan membawa kebaikan dan kemakmuran..
Niscaya cita-citamu akan terlaksana.
Apa yang aku mau
Menterjemahkan apa yang aku mau memang gampang-gampang susah.
Pertama, mengenali diri sendiri tentang terhadap hal yang menjadi benar-benar kebutuhan kita, what we need perlu mengenal kemampuan kita juga. Sering kita merasa tidak mendapatkan apa yang kita inginkan dan sesungguhnya Yang Diatas memberikan apa yang kita butuhkan.
What we want does not always be matching with what we need.
Kedua kita akan benar-benar mengenal diri ini ketika keinginan, dan harapan sudah benar benar menyatu dalam darah kita. Sehingga, tidak perlu banyak berkata-katapun sesungguhnya sudah tercermin di perilaku dan gerak gerik kita. Our gestures...
Ketika kita memiliki keinginan kuat, harapan yang sudah sedemikian mengalir dalam darah kita, saat itu pula segala perilaku dan kegiatan akan menuju ke arah apa yang kita inginkan. SEMOGA....
Memang perlu waktu untuk membuat semuanya menyatu dengan alam. Menyatu dengan gerak gerik dan langkah kita. Setiap harinya kita akan melakukan hal menuju ke arah yang kita inginkan. Tanpa harus berbusa busa berkata-kata...
Dengan seringnya kita berlatih, dengan makin tingginya frekuensi kita melakukan hal tersebut secara terus menerus maka perilaku kita akan menjadi bagian dari gaya hidup untuk menyelaraskan dengan tujuan dan goal kita...
Let's go and squeeze our goals scrutinized.
Pertama, mengenali diri sendiri tentang terhadap hal yang menjadi benar-benar kebutuhan kita, what we need perlu mengenal kemampuan kita juga. Sering kita merasa tidak mendapatkan apa yang kita inginkan dan sesungguhnya Yang Diatas memberikan apa yang kita butuhkan.
What we want does not always be matching with what we need.
Kedua kita akan benar-benar mengenal diri ini ketika keinginan, dan harapan sudah benar benar menyatu dalam darah kita. Sehingga, tidak perlu banyak berkata-katapun sesungguhnya sudah tercermin di perilaku dan gerak gerik kita. Our gestures...
Ketika kita memiliki keinginan kuat, harapan yang sudah sedemikian mengalir dalam darah kita, saat itu pula segala perilaku dan kegiatan akan menuju ke arah apa yang kita inginkan. SEMOGA....
Memang perlu waktu untuk membuat semuanya menyatu dengan alam. Menyatu dengan gerak gerik dan langkah kita. Setiap harinya kita akan melakukan hal menuju ke arah yang kita inginkan. Tanpa harus berbusa busa berkata-kata...
Dengan seringnya kita berlatih, dengan makin tingginya frekuensi kita melakukan hal tersebut secara terus menerus maka perilaku kita akan menjadi bagian dari gaya hidup untuk menyelaraskan dengan tujuan dan goal kita...
Let's go and squeeze our goals scrutinized.
Minggu, 04 November 2012
Miracle of Miracles
Waktu itu saya tiba-tiba memperoleh undangan ke markas besar Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) di New York untuk menghadiri pertemuan dengan para utusan dari negara lain.
Surprised, bangga,nervous, bingung jadi satu. Iya laah... saya harus travel ke United States dengan persiapan yang minim.
Waktu itu tiket pesawat sudah disiapkan. Entah first class atau premium - yang pasti within next two weeks I would have to be there, in New York for attending a meeting.
Pusing!!! tiba-tiba saya harus mengurus visa Amerika Serikat - yang.. pada waktu itu sangat ketat. Orang-orang banyak yang pesimis bahwa saya akan bisa berangkat dalam waktu dua minggu karena prosedur pengajuan izin masuk Negara Adidaya tersebut cukup complicated. Betapa tidak! saya harus apply, mendaftar untuk bisa memasukkan berkas berkas dengan jeda waktu 1 bulan - dan seluruh proses memerlukan 3 bulan...
Waaah;.. was was dan nervous dan pusing jadi satu... GIMANAAAAA ya. How could I get there and be there.
TIKET udah DITANGAN bow...
Dengan senantiasa berserah diri, saya coba mencari informasi termasuk alamat email konsulat utk urusan visa. Juga saya berinisiasi menulis surat ke Persatuan Bangsa Bangsa di New York untuk mendapat "priviledge" agar dapat diproses visa secepatnya.
Dengan bantuan kawan yang tinggal dekat kedutaan, saya menghitung jam demi jam.
Suatu Selasa yang mendebarkan, saya nangis-nangis minta masuk ke kedutaan dengan appointment bahwa saya punya sesuatu yang 'URGENT"... penting sekali untuk dieksekusi.
Padahal orang lain pada ngantri berminggu minggu - saya dengan membawa surat langsung dari new York meminta segera bertemu dengan Konsulat...
MIRACLE 1
Saya dalam waktu beberapa jam mungkin esok harinya sudah memperoleh kesempatan untuk diinterview -
MiRACLE 2
3 hari kemudian saya sudah dapat clearance dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat - Washington DC untuk bisa masuk ke wilayah UNITED States dan hari jumat Visa saya sudah keluar..
Kata orang embassy: This is Miracle of Miracles...
---
Sejak itu saya percaya bahwa hidup di dunia ini penuh dengan kejutan kejutan yang tidak kita perkirakan sebelumnya.
Kenapa terjadi? Karena kita punya mimpi. Punya cita-cita...
Surprised, bangga,nervous, bingung jadi satu. Iya laah... saya harus travel ke United States dengan persiapan yang minim.
Waktu itu tiket pesawat sudah disiapkan. Entah first class atau premium - yang pasti within next two weeks I would have to be there, in New York for attending a meeting.
Pusing!!! tiba-tiba saya harus mengurus visa Amerika Serikat - yang.. pada waktu itu sangat ketat. Orang-orang banyak yang pesimis bahwa saya akan bisa berangkat dalam waktu dua minggu karena prosedur pengajuan izin masuk Negara Adidaya tersebut cukup complicated. Betapa tidak! saya harus apply, mendaftar untuk bisa memasukkan berkas berkas dengan jeda waktu 1 bulan - dan seluruh proses memerlukan 3 bulan...
Waaah;.. was was dan nervous dan pusing jadi satu... GIMANAAAAA ya. How could I get there and be there.
TIKET udah DITANGAN bow...
Dengan senantiasa berserah diri, saya coba mencari informasi termasuk alamat email konsulat utk urusan visa. Juga saya berinisiasi menulis surat ke Persatuan Bangsa Bangsa di New York untuk mendapat "priviledge" agar dapat diproses visa secepatnya.
Dengan bantuan kawan yang tinggal dekat kedutaan, saya menghitung jam demi jam.
Suatu Selasa yang mendebarkan, saya nangis-nangis minta masuk ke kedutaan dengan appointment bahwa saya punya sesuatu yang 'URGENT"... penting sekali untuk dieksekusi.
Padahal orang lain pada ngantri berminggu minggu - saya dengan membawa surat langsung dari new York meminta segera bertemu dengan Konsulat...
MIRACLE 1
Saya dalam waktu beberapa jam mungkin esok harinya sudah memperoleh kesempatan untuk diinterview -
MiRACLE 2
3 hari kemudian saya sudah dapat clearance dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat - Washington DC untuk bisa masuk ke wilayah UNITED States dan hari jumat Visa saya sudah keluar..
Kata orang embassy: This is Miracle of Miracles...
---
Sejak itu saya percaya bahwa hidup di dunia ini penuh dengan kejutan kejutan yang tidak kita perkirakan sebelumnya.
Kenapa terjadi? Karena kita punya mimpi. Punya cita-cita...
Yang terjadi terjadilah
Hidup di dunia itu penuh warna dan keajaiban.
Dan Keajaiban itu muncul tidak diduga. Tidak dinyana.
Suatu saat saya pernah membayangkan "gimana ya kalau kerabat saya mampir ke rumah"..
Bayangan itu hanya sekelebat saja, dan rasanya mimpi deh untuk membuat kerabat saya itu mampir ke rumah...
Kalau membayangkan itu, wah memang rasanya tak mungkin. My home is less accessibility with public transportation. Lokasinya a bit remote area but still within the municipality of outside Jakarta...Selain pedesaan, agak kurang aksesibilitas juga pangkalan petir sedunia. Punya medan magnet paling tinggi di dunia.
Sekarang apa yang terjadi?
Dia begitu enjoy nya tinggal di rumah saya dan bahkan membeli properti di sekitar situ untuk tempat tinggalnya. Ceritanya panjang deh namun, karena himpitan kehidupan dan pilihan hidupnya, dia harus mau beradaptasi tinggal di rumah saya (yang kadang ditempati - kadang tidak) dan akhirnya dia sendiri yang lebih aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
Dia adalah tipe sulit yang tidak akan mudah begitu saja beradaptasi, bahkan di mata saya sewaktu tinggal somewhere else ternyata sulit utk diajak bersosialisasi dengan bahkan saudara-saudaranya sendiri.
Ini adalah pengalaman hidup bahwa memang keajaiban, sesuatu yang dianggap mustahil - mana mungkin terjadi ternyata terjadilah.
Darimana itu asalnya? visioning... Harapan ...
Dan Keajaiban itu muncul tidak diduga. Tidak dinyana.
Suatu saat saya pernah membayangkan "gimana ya kalau kerabat saya mampir ke rumah"..
Bayangan itu hanya sekelebat saja, dan rasanya mimpi deh untuk membuat kerabat saya itu mampir ke rumah...
Kalau membayangkan itu, wah memang rasanya tak mungkin. My home is less accessibility with public transportation. Lokasinya a bit remote area but still within the municipality of outside Jakarta...Selain pedesaan, agak kurang aksesibilitas juga pangkalan petir sedunia. Punya medan magnet paling tinggi di dunia.
Sekarang apa yang terjadi?
Dia begitu enjoy nya tinggal di rumah saya dan bahkan membeli properti di sekitar situ untuk tempat tinggalnya. Ceritanya panjang deh namun, karena himpitan kehidupan dan pilihan hidupnya, dia harus mau beradaptasi tinggal di rumah saya (yang kadang ditempati - kadang tidak) dan akhirnya dia sendiri yang lebih aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
Dia adalah tipe sulit yang tidak akan mudah begitu saja beradaptasi, bahkan di mata saya sewaktu tinggal somewhere else ternyata sulit utk diajak bersosialisasi dengan bahkan saudara-saudaranya sendiri.
Ini adalah pengalaman hidup bahwa memang keajaiban, sesuatu yang dianggap mustahil - mana mungkin terjadi ternyata terjadilah.
Darimana itu asalnya? visioning... Harapan ...
Memfokuskan diri
Saya sendiri heran, kenapa orang berkali-kali bicara untuk "fokus-fokus-fokus.."...
Rasanya ketika menjalani segala sesuatunya memang perlu konsentrasi deh. Dengan memfokuskan pada suatu hal, dengan menujukan itu semua sehingga setiap gerak langkah kita tertuju ke sana.
Saya tidak mengerti. Why? Bagaimana itu bisa terjadi?
Ketika sudah perlahan-lahan menjalani pekerjaan saya sebagai konsultan sebuah firm, perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan dan perubahan iklim, saya makin mengenal arti kata "fokus" tersebut.
Fokus, artinya menjalani setiap harinya untuk mau bergelut di isu itu. Mendokumentasikannya, melafalkannya setiap waktu, memikirkan bagaimana agar bisa menemukan jalan keluar atas tantangan-tantangan yang terjadi dan .... yang terpenting memang melandasi dengan "Niat".
Bila keinginan, niat kita demikian "kuat"... maka kita tidak perlu berkata-kata berbusa busa. Cukup menjaga pikiran kita terpusat, membayangkan dan make it in your mind stronger and stronger everyday, then you will find the way out. Once you face something difficult, your focused thinking will create the way out, Jalan keluar...
FOKUS..
Membuat kita kreatif? ya dengan fokus kita makin kreatif menjalankan hari-hari dan menggenggam "tujuan", niat kita dengan keinginan kuat untuk menjadikannya "TERJADI"...
Fokus adalah Niat yang dicamkan, KEEP IN MIND WITH STRONG Pledge - that We will do our best to realize our toughts, our DREAM...
let's focusing our aim, to realize our DREAM that the dreams may come true...
KAMU BISA!!!
Rasanya ketika menjalani segala sesuatunya memang perlu konsentrasi deh. Dengan memfokuskan pada suatu hal, dengan menujukan itu semua sehingga setiap gerak langkah kita tertuju ke sana.
Saya tidak mengerti. Why? Bagaimana itu bisa terjadi?
Ketika sudah perlahan-lahan menjalani pekerjaan saya sebagai konsultan sebuah firm, perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan dan perubahan iklim, saya makin mengenal arti kata "fokus" tersebut.
Fokus, artinya menjalani setiap harinya untuk mau bergelut di isu itu. Mendokumentasikannya, melafalkannya setiap waktu, memikirkan bagaimana agar bisa menemukan jalan keluar atas tantangan-tantangan yang terjadi dan .... yang terpenting memang melandasi dengan "Niat".
Bila keinginan, niat kita demikian "kuat"... maka kita tidak perlu berkata-kata berbusa busa. Cukup menjaga pikiran kita terpusat, membayangkan dan make it in your mind stronger and stronger everyday, then you will find the way out. Once you face something difficult, your focused thinking will create the way out, Jalan keluar...
FOKUS..
Membuat kita kreatif? ya dengan fokus kita makin kreatif menjalankan hari-hari dan menggenggam "tujuan", niat kita dengan keinginan kuat untuk menjadikannya "TERJADI"...
Fokus adalah Niat yang dicamkan, KEEP IN MIND WITH STRONG Pledge - that We will do our best to realize our toughts, our DREAM...
let's focusing our aim, to realize our DREAM that the dreams may come true...
KAMU BISA!!!
Sabtu, 03 November 2012
Software Doa
The Power of Ikhlas tentang "Meneguhkan hati bergerak di bisnis ini"
Dengan senantiasa mengharap bimbingan dan rahmat Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah. Saat ini, aku menuliskan niat dan harapanku dengan keterbatasan pemahaman seperti ini.
Dengan senantiasa mengharap bimbingan dan rahmat Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah. Saat ini, aku menuliskan niat dan harapanku dengan keterbatasan pemahaman seperti ini.
- Masalah yang aku hadapi adalah "................"
- Niat yang hendak aku wujudkan ialah "menjadi financially secured"
- Keraguan yang ingin aku hapuskan ialah pikiran dan perasaanku yang menyatakan bahwa "Aku ragu dan tidak mampu" dan Saat ini aku telah menetapkan hati untuk membuang semua pikiran dan perasaan negatif tentang semua keraguan tersebut.
- Bayanganku ketika niat itu terwujud menjadi kenyataan ialah: "Aku sukses meraih impian dan visi tersebut terwujud" Saat ini aku telah menetapkan hati untuk mengikhlaskan dan melepaskan keinginan untuk mengatur kapan niat itu harus menjadi kenyataan, serta "berhenti mengkhawatirkan" bagaimana cara mewujudkannya.
Dan aku yakin bahwa semua niatku sedang dipersiapkan untuk terjadi, pada saat yang paling tepat dan terbaik untukku dan untuk semua yang terlibat.
Sesuai harapanku atau dengan yang lebih baik sesuai dengan kehendakNya. Yang senantiasa bersyukur...
VIRENZA
Langganan:
Postingan (Atom)
