Senin, 21 Januari 2013

Cross check

Dalam berinteraksi dengan teman-teman dan masyarakat, kita banyak temui kondisi yang kurang menyenangkan. Suatu saat akan menemukan seseorang atau kelompok yang tiba-tiba "menutup" dirinya dan tidak mau kontak sama sekali. Padahal kita sudah berusaha terbuka dan mendorong interaksi/dialog ke arah yang positif. Namun kenyataan berkata lain.

Menjadi positif pada diri sendiri belum tentu ditanggapi positif oleh orang lain. Berbagai karakter yang muncul dan ada di sekitar kita telah membuat aneka ragam perilaku yang terkadang kita menemukan sekelompok orang yang berperilaku tidak dapat dimengerti oleh akal sehat.

Menyedihkan memang. Namun itu realita lapangan yang mengejutkan sekaligus harus dihadapi. Kadang ketika kita sedang menikmati persahabatan dan interaksi dengan-orang-orang "introvert sekejap itu, tiba-tiba menutup pintu rapat-rapat untuk berkomunikasi dengan kita.

Kadang kita bingung apa salah kita. Tapi kita juga perlu menyadari bahwa mereka memiliki dunianya sendiri dan berhak mengambil sikap apapun terhadap lingkungan sekitar mereka termasuk terhadap kita sendiri.

Semoga hidup lebih baik....



Salam ikhlas,

Senin, 14 Januari 2013

New Look

Tahun baru 2013 diawali dengan semangat dan harapan. Walau penuh dengan impian, dan harapan namun bila berlebihan dan over expectation akan kurang baik juga. Rasa terimakasih ku hari ini adalah diberikannya harapan baru, dibukakannya mata dan diberikannya kesempatan untuk membantu orang lain.

Merasa berguna aja dan makin ke depannya harus makin berguna utk masyarakat sekitar.

 bila tidak tercapai dan kitanya jd murung. Setidaknya mengurangi sikap negatif dan senantiasa positif dalam menghadapi berbagai tantangan hidup adalah tujuan menyongsong tahun ini dengan lebih mawas diri, mengelola diri sendiri dan waktu dengan lebih baik dan berbaik sangka serta bagi saya pribadi adalah mulai "speak up".


Selasa, 08 Januari 2013

Down 1

Tiba-tiba ingin nangis. Entah kenapa. Ingat waktu kerja di lembaga regional, perlakuan-perlakuan kurang menyenangkan yang terjadi dan telah menghambat daya kreativitas. Merasa terbelenggu dan beberapa kali mengalami "abusement".

Peristiwa pertama ketika saya bersemangat mendorong seorang rekan kerja untuk memahami konteks yang sedang dihadapi dan ditanggapi dengan kurang bersahabat. Pola pikirnya beda dan ketika semangat rekonsiliasi, bersatu dalam sebuah tim yang tangguh dihadapi dengan ketegangan dan perlakuan yang makin memburuk, telah menorehkan luka. Cukup dalam dan terpatri hingga kini.

Peristiwa itu terjadi di Bali - ketika itu saya coba bersemangat menimpali pembicaraan terkait keuangan yang dihadapi sebuah lembaga, walau sedikit "out of control" namun masih dalam batas kewajaran,

Saya dengan senang hati berterimakasih pada kawan bicara yang memberi "sign" untuk tidak meneruskan pembicaraan dan ungkapan rasa terimakasih dan syukur itu saya ungkapkan per sms.

Jawaban yang diterima... "I am dissapointed at you......"

terhenyak. Semangat bersosialisasi dan rasa terimakasih serta syukur berubah jadi "disaster" hari itu...It was ruined by misunderstanding...

Sedih...


Senin, 07 Januari 2013

Jangan Keruhkan Suasana

Judulnya memang agak beda dengan yang lain. Ya, kadang kita menghadapi suasana ketika sudah terjadi sesuatu yang kurang menyenangkan di suatu hari, yang discouraging semangat pada hari yg dimaksud, muncul pula aktor yang memperkeruh suasana batin menjadi situasi yang makin "panas" dan tidak mengenakkan hati.

Pribadi-pribadi tersebut sering muncul di sekeliling kita yang mungkin dari segi kemampuan menalar atau pengetahuan cukup memuaskan, namun dari segi mental, kurang sensitif terhadap keadaan sekitar. Sensitif terhadap diri sendiri namun tidak sensitif terhadap kondisi orang lain.

Waktu itu saya dengan senang hati membantu menyelesaikan suatu pekerjaan yang tertunda karena alasan teknis. Saya turut bertanggung jawab dan ingin segera menyelesaikannya dengan membantu mendisain dan mengukur kartu yang harus selesai pada hari itu juga.

Semangat kebersamaan ter refleksi pada kegiatan pengerjaan yang secara sukarela dihabiskan seharian demi selesainya tugas tersebut.

Rasa lelah dan pusing karena sempat kurang istirahat juga ditambah kejadian pada siang itu yang rasanya kawanku kurang mengapresiasi pekerjaan saya. Kartu yang sudah satu per satu dikerjakan dan diukur, kemudian siap di print out. Ketika print out nya sudah selesai tinggal memasukkan kartu-kartu tersebut ke buku untuk selanjutkan packing.

Dalam pengerjaan itu, saya menerima perlakuan yang kurang menyenangkan sekaligus amat sangat membuat hari itu serasa "bencana". sudah jatuh ketimpa tangga pula.

Yang saya rasakan adalah perlakuan kurang mengenakkan karena mungkin stressful dari kawanku yang berimbas pada cara memperlakukan kawan-kawan lainnya menjadi tidak senonoh. sungguuuuuuuuh.... menyedihkan.. saya sampai menitikkan air mata....


Jumat, 04 Januari 2013

Mau Berubah?



Judulnya boleh dibilang biasa. Siapa yang tidak ingin berubah ke arah yang lebih baik? Semua tentu bersemangat utk menjadi lebih baik.

Waktu itu seorang kawan bilang “berperilakulah sebagai orang sukses” namun tidak dijabarkan lebih lanjut perilaku yang seperti apa. Ini sebenarnya menarik utk dibahas untuk memberikan inspirasi bagi orang-orang sekitar yang kesulitan menerima teladan untuk menjadi sukses tersebut.

Belajar dari pengalaman, bahwa kesuksesan terminologinya cukup luas dan batasan apa yang membuat sesuatu itu sukses tergantung pada orang yang menerimanya. Rata-rata orang menganggap bahwa kesuksesan finansial sudah menunjukkan segala sesuatunya. Tidak begitu juga. Walau finansial bukan segala-galanya memang sih kita perlu uang utk mewujudkan impian-impian kita. Punya rumah, kendaraan, berlibur dan segala macam kemudahan duniawi.

Kesuksesan lain pun menanti untuk dibahas. Mengendalikan diri adalah salah satunya. Ketika sudah sukses di segala sesuatunya, kemampuan emosi untuk dikendalikan adalah bagian dari perubahan itu. Ketika secara finansial sudah mapan dan berkecukupan, dan didampingi emosi yang tidak dapat dikendalikan maka segala sesuatu yang sudah diperjuangkan akan menjadi percuma.

Sebenarnya perubahan itu bisa dimulai dari diri sendiri. Merubah kebiasaan buruk, dengan mengkonsumsi makanan sehat dapat mengurangi resiko penyakit kritis yang tidak bisa diduga sebelumnya. (Jantung, cancer, stroke dan sebagainya).

Juga mengurangi kebiasaan-kebiasaan buruk semisal bergadang, banyak istirahat dan melatih mental untuk juga sehat dengan pikiran-pikiran dan asumsi-asumsi yang sehat.

Kita bersyukur bahwa perkembangan zaman yang terjadi saat ini masih mampu diikuti. Dengan kemampuan beradaptasi, artinya kita siap merubah diri untuk mengikuti perkembangan tersebut. Tentunya yang berimplikasi positif terhadap kehidupan kita. 

Rabu, 02 Januari 2013

Mengasah intuisi


Setiap terjadi pergantian tahun, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah melakukan refleksi terhadap capaian-capaian yang telah dilakukan. Apapun yang telah dicapai selama ini, baik buruknya kehidupan adalah bahan pelajaran sangat berharga sebagai bekal kita melangkah selanjutnya. Mengapa? Dengan berefleksi, kita akan lebih memahami diri kita, strength and weakness kita lebih tergali.  

Ketika mulai melangkahkan pada lembaran baru, akan jelas terlihat kebiasaan apa yang perlu dipelihara dan apa yang perlu dibuang jauh. Ibarat sebelum melakukan aktivitas selanjutnya, refleksi adalah mengasah “pisau” agar lebih tajam dan lebih efektif dalam melakukan aktivitas dengan tujuan-tujuan yang jelas.

Melakukan refleksi sebenarnya harus dilakukan setiap waktu untuk mempertajam intuisi dan keyakinan kita. Ibarat mata pisau, bila setiap hari diasah maka akan sangat berpengaruh ketika mulai melakukan “action”.  
Sebelum menghadapi tantangan baru perlu untuk melakukan “pengasahan” mata hati agar lebih tajam intuisinya. Ketika kita makin kuat, makin “kencang” tantangan tersebut. Kekuatan kita akan makin teruji dengan besarnya tantangan yang dihadapi.

Tantangan yang diterjemahkan dari “godaan”, “himpitan” dan segala macam rintangan, yang diistilahkan secara positif sebagai sebuah “tantangan” membuat kita makin positif. ....

Selasa, 01 Januari 2013

Berpendirian


Berpendirian
Walau sudah mengalami jatuh bangun di pekerjaan kepercayaan dan keteguhan hati akan mengalahkan segalanya. Kaitannya dengan pekerjaan yang sedang dilakukan adalah bahwa investasi tenaga dan waktu yang sudah dilakukan selama ini setidaknya menghasilkan sesuatu yaitu keteguhan. Secara maksimal keteguhan menghasilkan kepercayaan yang akan bermuara pada keahlian. Minimal dari kekonsistenan dalam mengerjakan tugas, expertise, keahlian kita meningkat.

Tak tergoyahkan oleh ruang dan waktu. Tetap melaksanakan pekerjaan yang sudah dikomitmenkan bersama.

Memiliki pendirian yang kuat bertujuan meluruskan niat dan keinginan. Keteguhan adalah senjata menghadapi hembusan bahkan angin sekencang apapun yang hendak memporak porandakan rencana kita tetap terjaga dengan keteguhan prinsip.

Kita harus tetap berpegang teguh pada pendirian. Berpegang teguh pada apa yang sudah kita rintis dan kerjakan selama ini karena kita telah menginvestasikan diri kita sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini.
Memegang keyakinan bahwa pekerjaan yang kita lakukan akan membuahkan hasil dan manfaat.
Menyadari bahwa yang kita lakukan akan berguna di kemudian hari juga memberi pemahaman yang lebih baik dan memberi ruang belajar bagi kita semua tentang pentingnya mengelola suatu pekerjaan dan berkegiatan. Kadang kita dibelenggu oleh ruang dan waktu dan orang mengatas namakan ruang dan waktu untuk tidak mengikutsertakan kita.

Kita harus tetap optimis. Benar tidak?