Sabtu, 03 November 2012

What you think is what you get?

Pernah denger "What you think is what you get?"
Pertanyaan itu mengingatkanku beberapa tahun yang lalu. Bahwa pikiran kita akan terwujud kalau senantiasa  dicitrakan, keep in mind.

Ada sebuah buku yang menegaskan bahwa dream-dream kita, impian-impian kita akan bisa terwujud bila kita senantiasa "keep thinking" how to get it.

Secara realistiknya, dengan Keep Thinking, kita akan senantiasa memikirkan dengan otak kita (dan kalau kreatif) dengan keep thinking itu akan ditemukan inovasi-inovasi baru untuk mengembangkan, meng kreasikan, menjadikan sesuatu yang kita impikan itu tercitra, terealisir dalam genggaman kita dengan segala kreativitas dan kelihaian kita.

Namun untuk merealisasikan itu semua, untuk menjadikan "what you think is what you get" perlu kelihaian tertentu untuk menjalankannya. Saat ini saya sudah mulai meresapi tahap itu. Perlu waktu lah istilahnya.



Kuncinya:

  1. Jaga spirit, semangat batin kita bahwa "impian" kita akan terwujud.
  2. Ketika kita senantiasa memimpikan hal itu, alam akan menuntun kita melakukan hal-hal menuju impian kita tersebut.
  3. When  your spirits are already in your gut, you start to think about realizing your dreams that have been pressurized yourself.
Banyak kendala ketika orang akan mewujudkan impiannya, merealisasikan apa yang dipikirkannya karena "what in their mind" is too much complicated... 


Letih

Tired after driving along the line of southern then going up to northern of West Java. Sometimes I stopped at a mosque or gasoline station to just only looked at when the time for pray used to be started.

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan karena nyetir sendiri - namun puas karena banyak mengalami hal yang menguatkan tekad untuk sukses di bisnis yang sedang dijalankan ini.

Iya, bisnis yang menghadapi banyak penolakan - dan banyak menghadapi cemoohan membuat saya ingat pada seorang kawan yang punya teori blue ocean. Intinya kita melakukan sesuatu tidak pandang bulu dan hilangkan perasaan gengsi. Keberanian dan perasaan praduga sebelum melakukan dihilangkan jauh-jauh dengan mengedepankan "sebodo amat mau diterima atau mau ditolak, yang penting gue jalanin".

Prinsip itu telah menguatkan dan mulai mengakar dalam diriku - karena dimanapun bekerja akan banyak menghadapi pro dan kontra. Pun dengan bisnis yang sedang dijalani ini. Kalau di jualan makanan berkisar seputar selera makan dan bumbu serta lokasi yang akan menjadi pro dan kontra. Kalau jualan barang, ada kalanya laku ada kalanya senggang dan tiada pembeli sama sekali - dan prinsip ini pula yang dijalankan dalam melaksanakan bisnis yang satu ini.

Saya ingin segera melepaskan diri dari ikatan bekerja yang tiada tentu arah dan terlalu di setir oleh atasan untuk tujuan tertentu. Saya ingin merdeka dan melakukan apapun jg sesuai kata hati (tentu dengan memperhatikan kaidah-kaidah bersosialisasi) dan sudah saatnya mengecap kesenangan dan kemenangan bukan ketertindasan...

Tugasku hari ini


Hari ini aku merasa berguna, sudah coba menyampaikan sesuatu yang menurut keyakinanku harus diketahui orang banyak. Ketika saya menyetir kendaraan kembali ke rumah, di sepanjang perjalanan itu, hati saya makin merasa ringan telah melakukan sharing yang menurut keyakinan saya memang harus disebarluaskan.

Ini terkait dengan semangat bekerja. Semangat berusaha untuk mencari sesuatu yang baru. Kita yang hidup di dunia ini harus senantiasa memperbaharui dirinya agar senantiasa bersemangat. Waktu lampau ketika kita menghadapi banyak rintangan dan kegagalan, bukan berarti harus terus menerus diratapi dan disesali.

Semangat bangkit kembali itu - adalah yang tidak dimiliki banyak orang.
Semangat menyebar luaskan pengetahuan demi kebaikan dan keterbukaan
Semangat memberi inspirasi pada orang lain, sehingga dapat menimbulkan magnitude - semangat lainnya yang perlu ditransmisikan pada kelompok kelompok lain dan akhirnya terbangun sebuah kekuatan bersama...

Ah Indahnya dunia ini bila dihadapi dengan ringan hati...

Terimakasih ya Allah - Engkau telah membukakan cakrawala hidup yang lain, memberi alternatif hidup untuk makin hidup...

Kamis, 01 November 2012

Usaha yang Menyenangkan

Pertama, ketika kita mau menjadi pengusaha, harus melakukannya dengan senang hati.

Bagi kita, melakukan hal yang dengan sepenuh hati dan senang hati akan menimbulkan efek psikologis terhadap segala daya upaya kita. Kuncinya, jangan merasa tertekan dan ditekan, tapi disiplin.

Pengalaman menjalankan suatu roda usaha telah mengantarkan saya pada suatu titik pengalaman betapa segala sesuatunya bila dilakukan dengan ikhlas, senang hati dan tanpa beban akan menghasilkan energi positif  terhadap daya upaya kita.

Kedua, menjadi pengusaha itu bebas. Kapan kita menentukan waktu dan tenaga, itu semua ditujukan ke kita.
Tapi selain kata "bebas" nya itu, kita melakukannya tanpa pantang menyerah, disiplin dan penuh percaya diri. Kebebasan yang kita peroleh, harus ada batasnya juga karena kita bersosialisasi, hidup dengan masyarakat sekitar yang harus kita pertimbangkan juga.

Kebebasan ini, akan juga dihadapkan pada keterbatasan waktu. Tidak selamanya kita tiduran terus ongkang ongkang kaki tanpa memikirkan pergerakan pasar yang sedemikian cepat dan progresif. Kita bebas yang bertanggung jawab adalah mengusahakan kegiatan kita yang berdaya guna dan berhasil.

ketiga, ya kita harus disiplin. Menjaga ritme upaya kita agar tetap bersemangat. Ritme ataupun semangat untuk belajar dari pengalaman hidup yang kita rintis dari hari ke hari adalah bekal.

Apa yang kita tabur, itu pula yang kita tuai...

Rabu, 31 Oktober 2012

Gelombang globalisasi

Amidst a strong wave of globalization that force us to be financially secured, we still need someones with strong commitment to promote themselves as the genuine people. Genuine personality that is sincerely working on such job with full heart and dedication.

Finding a figure whose dedication over what is being carried out with full heart and not much expectation to get return financially shortly.

Those consider morally relieve be able to release the idealism together with dedicated people.

Menemukan sosok yang berdedikasi terhadap apa yang dilakukannya tanpa pamrih adalah sesuatu hal yang tampaknya mustahil tapi nyata adanya.

Di tengah gelombang konsumerisme yang demikian tinggi, kita masih berharap menemukan manusia yang bisa dengan rela meluangkan waktunya mengembangkan idealismenya dan membantu sesama manusia menuju kehidupan yang lebih baik.

Get back and be enspirited!
Ya itulah moto yang harus kita pegang teguh. Menjadi sosok yang genuine, tanpa pamrih dan bekerja dengan sepenuh hati tanpa mengharap imbalan dalam waktu singkat. Dalam waktu jangka panjang, sosok ini akan banyak mendapat manfaat, hidayah dan curahan nikmat karena ketulusan dan trustfully yang telah membuat society tergugah. Percaya.

Untuk bisa menjadi sosok yang tangguh, ya:

  1. Percaya apa yang dilakukan dan percaya dengan produknya
  2. Percaya bahwa dirimu dapat mencapai yang diinginkan.
  3. Awaken shortly... 
Artinya menjaga semangat untuk tetap "menyala", menjaga obor perjuangan untuk memperoleh yang dicita-citakan adalah modal utama. 

Karakter kebanyakan
Kaitan dengan perjuangan menjadi seorang "pengusaha yang sukses" adalah jangan memiliki karakter kebanyakan. Karakter kebanyakan yang dimiliki orang Indonesia adalah cepat pamrih, musiman, kalau mengusahakan sesuatu di awal hangat-hangat, di tengah mulai meredup di akhir padam sama sekali.

Jadi ya, nyalakan semangat itu darimanapun, dalam kondisi apapun. Be confidence! 


Di luar itu semua....
Gelombang konsumerisme ini sedemikian hebat karena industri berkembang dimana-mana. Mereka berlomba memperkenalkan produknya dan manusia dipacu untuk berproduksi. Maka muncul instilah produktivitas.

Apa yang terjadi terjadilah

Alkisah,
I get introduced with a product in 2009. It was still my question in my mind that what were benefits of the products if only put and savings without knowing what the end we pay for it. Keep paying.

Menjadi yakin akan sesuatu memang perlu waktu. Dengan berbagai evidence dan bukti yang ada dan kenyataan di lapangan.

Teman saya yang kukenal pertama kali semenjak saya diperkenalkan dengan sesuatu, ternyata sampai detik ini, tetap bertahan dan menunjukkan "kekuatannya".
"Yang penting kuat bertahan," ujarnya

Saya pikir, benar juga. Memulai sesuatu apapun juga, berat memulai sesuatu yang baru namun lebih berat pula mempertahankannya. Itu mungkin yang membuat orang-orang Indonesia kebanyakan, tidak terlalu sukses dalam menjalankan bisnis. Karena apa?


  1.  Diterpa "masalah" atau constraints dalam menjalankan bisnis saja sudah "down"
  2. Model penggaliannya dangkal. Ketika memulai bisnis, yang dipikirkannya adalah teman-teman dekat, kenalan-kenalan yang ada pada saat itu saja...
  3. Perlu kreatif membangun bisnis dan terus menerus...

Those above mentioned things are non conformance with what most Indonesians are doing. They mostly are easy to give up. They are easy to lay down and be broken with situation but later on, they have no power enough to awaken.

BANGKIT dari keterpurukan! itu yang penting!!! Biar berkali-kali jatuh, hayo bangkit lagi bangkit lagi!

Dulu waktu saya masih belum yakin dengan produk itu dan mencari-cari, apa yang ada dalam pikiran tidak terlalu menyatu dan bulat. Pun demikian dengan kenyataan.

Namun sekarang saya dengan penuh tekad, ini memperkenalkan dan menggunakan produk tersebut dengan benar dan memberikan service nyata untuk siapapun juga yang memerlukan informasi yang benar tentang produk tersebut.

Senin, 29 Oktober 2012

I am reborned

Sebagai manusia yang menyadari betapa banyak kekurangan, memulai hari ini dengan penuh harap. Pagi-pagi udah wass up temen "jadinya, batal nih proyek nulis bareng?" kubilang dan tegaskan sekali lagi "konklusinya batal ya"

Jawaban di sebrang " iya batal sampe urusan satgas beres dulu'

ya pantesan dari kemaren setengah hati begitu. I knew and felt that. I was asking nenet to provide me a basic rules then I can continue working on my own to help hers. But she looked reluctant.

Ya udah. Kuputuskan untuk mencari kesempatan yang lain. Dengan langkah gontai setelah menyadari bahwa segala yang kulakukan sia sia (---> harusnya tiada yang sia sia di dunia ini).. tapi ku menyadari pagi ini begitu galau. sedih. Seolah ngga berguna.

Belum lagi pengalaman hari sebelumnya ada org yg mempermainkan (two times - you imagine - being endorsed but then to be ignored even be disposed, and my profile like going to the trashed bin..) GOD...sedih banget. Emang ada ya bekas temen. seolah pertemanan yang sudah dibangun dihempas begitu saja karena kesalahpahaman yang tiada ujung dan tiada awal asal muasal.